Indeks

Dugaan Pencemaran Nama Baik, FS Melapor ke Polisi

LABUHANBATU (bareskrim.com) | Setelah dilaporkan oleh seorang wanita inisial RH ke Polres Labuhanbatu pada Rabu 16 Agustus 2023 lalu, dengan tuduhan melakukan pencabulan terhadap anaknya SF (15), FS mendatangi Mapolres Labuhanbatu, Senin (21/08/2023) untuk melaporkan pencemaran nama baik.

Saat keluar dari ruang SPKT, FS kepada wartawan mengatakan, dia datang untuk melaporkan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang dituduh melakukan perbuatan pencabulan. Namun laporannya belum diterima karena laporan RH yang menuduhnya melakukan pencabulan masih diproses.

“Saya datang ingin melaporkan pencemaran nama baik karena saya tidak terima dituduh melakukan pencabulan. Tapi laporan saya belum diterima. Kata petugas kepolisian, nanti apabila laporan pencabulan yang dituduhkan kepada saya tidak terbukti, baru laporan saya bisa diterima,” katanya.

FS mengaku sempat protes kepada petugas kepolisian karena laporannya belum diterima. Karena dia tidak ingin dianggap mendiamkan tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu. Apalagi, pemberitaan mengenai tuduhan dia melakukan pencabulan sudah beredar luas.

Akhirnya, dia dipersilahkan menandatangani sebuah surat yang intinya berisikan bahwa FS sudah datang ke SPKT Mapolres Labuhanbatu untuk membuat laporan terkait pencemaran nama baik.

“Saya bilang. Jangan karena laporan saya belum diterima, saya dianggap mendiamkan persoalan yang mencemarkan nama baik saya. Lalu saya disuruh menandatangani surat bahwa saya sudah datang untuk membuat laporan,” terangnya.

Sementara itu, FS dilaporkan RH dengan tuduhan pencabulan terhadap anaknya SF (15). Dalam laporannya, RH menuduh perbuatan pencabulan dilakukan FS terhadap SF pada hari Rabu, 05 Juli 2023, sekira pukul 01.00 WIB di perumahan DL Sitorus tempat tinggal FS. Namun, FS dengan tegas membantah tuduhan itu.

Menurut FS, SF sudah satu tahun tinggal bersamanya. SF datang kerumahnya pertama kali diantar oleh seorang wanita penjual tuak di Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan. Lalu, dia menyekolahkan SF di salah satu SMK Kesehatan yang ada di Labuhanbatu.

FS menerima SF untuk tinggal bersamanya, sebab RH yang merupakan ibu dari SF mengaku bahwa dia merupakan istri dari adiknya.

Singkat cerita, pada malam hari di penghujung bulan Mei 2023, RH orang tua SF datang kepadanya meminta agar SF diperbolehkan untuk tinggal menyewa tempat tinggal (indekos) dan tidak lagi tinggal di rumahnya.

RH juga meminta uang untuk biaya indekos. Saat itu, FS memberikan uang Rp1 Juta kepada RH dan SF dengan catatan keduanya tidak boleh lagi menginjakkan kaki di rumahnya.

Akan tetapi, meski sudah dilarang menginjakkan kaki di rumahnya, SF kembali datang kerumah FS untuk mengambil pakaiannya yang masih tertinggal. FS mempersilahkannya dan meminta asisten rumah tangga (ART) untuk menemani SF mengambil pakaiannya di dalam kamar. Setelah itu, dia pun tidak tahu dimana keberadaan SF.

Namun tiba-tiba, pada tanggal 14 Agustus 2023, FS terkejut SF kembali datang ke rumahnya berpakaian seragam Sales Promotion Girls (SPG) untuk menawarkan rokok. FS mengaku marah kepada SF dan menasihatinya.

FS merasa lebih terkejut lagi dua hari setelah itu. Sebab, dia mendapat kabar bahwa dirinya dilaporkan dengan tuduhan pencabulan. Bahkan, tuduhan itu sudah diberitakan di sejumlah media online. FS merasa aneh dengan laporan yang menuduh dirinya melakukan pencabulan itu.

“Semua itu tidak benar. Sejak akhir bulan Mei 2023, dia (SF) sudah pergi dari rumah saya. Sementara dia mengaku pencabulan itu dilakukan tanggal 05 Juli 2023. Kemudian, katanya dia trauma atas perbuatan saya. Lalu kenapa dia masih mendatangi saya pada tanggal 14 Agustus 2023. Ini kan aneh,” terangnya.

Begitu pun, sebagai warga negara yang taat hukum, pihaknya mempersilakan kepolisian untuk memproses laporan RH yang menuduhnya mencabuli SF, dengan bukti-bukti yang benar, sehingga tidak sembarang lapor.

“Sebagai bukti itu tidak saya lakukan, silahkan diproses. Cari bukti-buktinya. Jangan hanya sembarangan melapor,” tegasnya.(r/B/amr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button