Indeks

Polisi Diminta Tetapkan Tersangka dalam Kasus Jual-Beli Ilegal Kebun Sawit di Madina

MEDAN (bareskrim.com) | Adi Wibowo (65), warga Jalan Sisingamangaraja Medan, Sumatera Utara pemilik sah atas lahan perkebunan kelapa sawit seluas 6 Ha di Desa Patiluban Hilir (sekarang Desa Sinunukan V.red.), Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengharapkan pihak Polres Madina menindaklanjuti laporan dumas terkait persoalan lahan sawit miliknya yang diperjualbelikan oleh orang lain.

Pengaduan masyarakat (dumas) tersebut disampaikan melalui kuasa hukum Ali Umar, S.H., & Rekan sekira bulan April 2023.

Berbicara kepada awak media di Medan, Senin (5/2/2024), Ali Umar menjelaskan, yang dilaporkan pihaknya adalah DM, warga Jalan Rotan Jaya Medan, dan W, S.Pd., (PNS), warga Desa Sinunukan V Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal, selaku Ketua Koperasi Produsen Bina Karya.

Kedua oknum tersebut, diduga telah melakukan tindakan penggelapan dan pencurian serta penadahan. Di mana lahan sawit seluas 6 hektar milik kliennya telah dilakukan penjualan/pengalihan hak sebanyak dua kali.

Dikatakan Ali Umar, persoalan ini terungkap tatkala kliennya melalui salah seorang keluarga melakukan penelusuran terhadap lahan sawit tersebut yang diketahui oleh Kepala Desa Sinunukan V Sairin dan anak dari Alm J Nainggolan (pemilik lahan sebelumnya) pada akhir Januari 2023.

Ternyata, sebut Ali Umar, lahan yang dibeli kliennya dari J Nainggolan pada bulan November 2009 seharga Rp270.000.000, tersebut telah dilakukan penjualan/pengalihan hak hingga sebanyak dua kali. Dan berdasarkan data mereka peroleh yaitu surat keterangan jual-beli antara Adi Wibowo dengan W, S.Pd.,(atasnama Koperasi Produsen Bina Karya) seluas 3,4 hektar dengan harga Rp238.000.000,-

Di dalam surat keterangan jual-beli tersebut tidak tertulis jumlah meter dalam setiap batas-batas tanah, serta terdapat penulisan tahun yang berbeda antara tahun 2015 dengan tahun 2016.
Lalu surat ganti rugi lahan antara Adi Wibowo dengan W, S.Pd., seluas 1,7 hektar dengan harga Rp136.000.000,- bulan Agustus 2017.

“Saudara W ini selain ketua Koperasi Produsen Bina Karya saat itu dia juga sebagai pejabat sementara kepala desa Sinunukan V,” terang Ali Umar.

Mengetahui hal tersebut, kliennya sangat terkejut karena merasa tidak pernah melakukan transaksi jual-beli kepada siapapun sebab surat asli atas lahan tersebut masih ada di tangan kliennya.

“Jadi, klien kami sangat dirugikan atas peristiwa tersebut dan ternyata terlapor satu diduga telah mengatasnamakan pengadu dalam melakukan transaksi jual-beli terhadap terlapor dua. Sementara pengadu tidak pernah memberikan kuasa terhadap terlapor satu untuk menjual lahan miliknya kepada terlapor dua,” ujar Ali Umar seraya menyebut sejak tahun 2016 terlapor dua yang mengambil hasil kebun kelapa sawit milik pengadu.

“Dengan ini terlapor satu diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan jo pasal 362 tentang pencurian. Sedangkan terlapor dua juga diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHPidana tentang penadah,” ungkap Ali Umar.

Ali Umar mengatakan, bahwa kasus ini prosesnya sempat pernah berjalan namun belakangan oleh pihak Polres dihentikan penyidikannya yang ditandai dengan terbitnya SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

“Kami ingin kasus ini dibuka kembali dan diproses sampai tuntas sehingga pihak kepolisian bisa menetapkan siapa tersangkanya,” ujar Ali Umar.

“Kami keberatan jika proses hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu, harapan kami pihak Polres Madina dan Kapolda Sumut tolonglah masalah ini dituntaskan berikan keadilan buat masyarakat sehingga Polri Presisi itu benar-benar berjalan,” pungkas Ali Umar.(r/B/amr)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button